Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Pendidik Vs Pengajar

Teringat ungkapan dari salah satu seorang pakar pendidikan Indonesia, beliau adalah Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd Guru Besar Pendidikan Psikologi Universitas Indonesia. Beliau pernah mengatakan dalam sebuah forum di Televisi Swasta, bahwa seorang "Guru" itu dibagi menjadi dua, yaitu Guru Pendidik dan Guru Pengajar. Guru Pendidik adalah guru yang benar -  benar mendidik secara benar dengan hati nurani, mendidik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah, guru yang menginspirasi siswanya, dan pantas diberikan tanda pahlawan tanpa tanda jasa kepadanya. sedangkan definisi Guru Pengajar adalah  guru yang hanya mengajar berdasarkan tuntunan waktu yang ditetapkan oleh sekolah tersebut, guru yang pasif terhadap siswanya, guru masuk dan pulang mengajar tepat waktu. Ungkapan beliau, Prof. Dr. Arif Rahman begitu sangat membekas dibenak saya pribadi. Sontak tertuju kepada kondisi Guru ataupun Dosen di Indonesia. Begitu naif kalau kita sampai tidak menerima ungkapan Prof. Dr. Arif Rahm...

Vitamin Laut dari Selatan Jawa Timur

Lupakan kenyamanan dunia modern saat memasuki kawasan hutan konservasi yang menyembunyikan sebuah laguna nan memukau di Jawa Timur. Kawasan terpencil yang tenar di kalangan wisatawan tersebut bernama Pulau Sempu. Lokasinya berada di pantai selatan Kabupaten Malang dan secara administratif masuk Desa Tambak Rejo Desa, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.  Pulau Sempu berada tak jauh dari Pantai Sendang Biru. Dari Kota Malang,  lokasinya  sekira 80 kilometer dan dari ibu kota Jawa Timur, yaitu Surabaya, jaraknya sekira 180 kilometer.  Pulau yang ditumbuhi pepohonan tropis seluas 877 hektar ini adalah cagar alam yang di kelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA) dan Departemen Kehutanan Indonesia. Secara resmi tempat ini diakui sebagai cagar budaya sejak 1928 pada masa pemerintahan Hindia Belanda (Sumber: Wikipedia.com). Daya tarik utama pulau kecil nan cantik ini adalah Laguna Segara Anakan yang terletak sekira 2,5 km arah selatan pulau...

Kisah Nyata di Bumi Kelud, Dibalik Musibah ada ke Asyikan yang ku dapatkan

Tak kusangka semester ini semakin mendekati finish, lepaslah saya dari jeratan semester 6 dan masuk ke semester 7 bulan september awal ini. Sudah banyak sekali kegiatan menuju puncak keberhasilan di perkuliahan Strata satu ini. Selepas dari dua pakaian Ormawa (Organisasi Mahasiswa), HMJTS (Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil) dan BLM-F (Badan Legislatif Mahasiswa - Fakultas). Langsunglah saya tancap gas untuk fokus menghadapi sisa - sisa perkuliahan ini. Walaupun perasaan ini bercampur aduk antara bangga dan kecewa. Bangganya adalah bisa menjadi bagian Organisasi di Kampus Bela Negara ini, banyak pengalaman di dalamnya. Dan kecewanya adalah nilai kuliah ku selama 2 semester harus merosot ke angka yang tak bisa saya terima.  Sudah jangan banyak bicara masalah nilai, malulah saya pribadi. Di semester enam, waktu itu lagi musim-musimya KKN di kampus saya. Universitas lewat LPPM (Lembaga Penelitihan dan Pengabdian Masyarakat) menawarkan beberapa jenis model KKN, ada KKN Khusus...